Selasa, 12 September 2017

Cegah Praktek Calo dan Joki di Satpas Polres Malang

    Fungsi dari SIM adalah bukan untuk sebagai identitas diri, namun sebagai bukti kelayakan / kualitas seorang untuk mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.
      Sehubungan dengan hal tersebut Satpas Polres Malang menyiapkan Bintara Penguji yang bersertifikasi sesuai standart Korlantas Mabes Polri, hal tersebut diharapkan dapat mampu menciptakan pengemudi yang berkualitas.
    
                      “Bripka Agus Sunarto SH, salah satu penguji praktek yang bersertifikat dari Korlantas”

                                                           “1 Pemohon 1 Acces Card”


       Guna menghindari praktek calo ataupun joki dalam proses permohonan SIM, Kasat Lantas AKP M Bobby Probandono D SH SIK memerintahkan Kanit Reg Ident IPTU Agnis J Manurung SIK untuk melakukan beberapa upaya diantaranya dengan membuat acces card pemohon, electric rolling door serta rompi peserta ujian praktek

                                          “Pemohon uji praktek menggunakan rompi ujian”


        “Kami berharap dengan upaya ini dapat mengurangi dan mensterilkan Kantor Satpas ini dari para Calo dan Joki, sehingga pemohon memperoleh SIM benar benar berkualitas dalam cara berkendaranya dan harapan besar kami dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Malang” Ungkap Polwan lulusan Taruna 2013 ini.(#bloggerpolri*)

KEPEDULIAN POLRI TERHADAP GENERASI BANGSA


Selain nilai-nilai positif dan manfaat yang bisa didapatkan melalui media elektronik, tidak bisa dipungkiri bahwa pesatnya arus informasi saat ini juga diiringi dampak-dampak negatif.

Demikian halnya yang dilakukan dua bocah laki – laki yang masih duduk di Kelas V Sekolah Dasar ini. Pada hari Selasa, 12/09/2017 salah satu SD di Singosari digegerkan dengan tertangkapnya beberapa bocah yang sedang menghisap Vape di halaman belakang sekolahnya pada saat jam istirahat.

Yang pertama kali menangkap basah aksi mereka adalah salah satu guru SD tersebut yang curiga karena anak-anak yang bervariasi dari kelas  II hingga kelas V ini bergerombol sedang membakar dan menghisap sesuatu. Betapa kagetnya pihak sekolah setelah mengetahui bahwa beberapa anak ini menghisap psikotropika golongan 3.

Karena itulah pada saat itu juga pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Polsek Singosari.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Aiptu Sri Sumarwati, Aiptu Jermansyah serta Aipda Amir M dan Brigadir Taufik pun langsung meluncur ke TKP.

Anggota Polri dari Polsek Singosari ini tentu saja tidak serta merta melakukan tindakan tegas. Karena pelakunya adalah bocah – bocah Sekolah Dasar, sebaliknya dengan penuh perhatian dan kasih sayang anggota Polri ini merangkul dan mengajak berbicara anak- anak dan para orang tua mereka dari hati ke hati.

Dari perbincangan tersebut diketahui bahwa otak perbuatan tersebut adalah sebut saja Toni (nama samaran) dan Tono (nama samaran). Kedua anak laki-laki ini adalah siswa kelas VI SD. Toni mengaku bahwa dia mengetahui cara meracik Vape dari teman-teman punk yang dikenalnya juga dari media sosial. Sedangkan Tono hanyalah ikut-ikutan karena selalu dipengaruhi oleh Toni.

Akibat perbuatan Toni dan Tono ini salah satu anak murid kelas II bahkan sampai harus dibawa ke Rumah Sakit karena mengalami pusing, mual dan muntah.

Sebagai tindak lanjutnya, anggota Kepolisian ini memberikan nasihat dan peringatan keras kepada Tono dan teman-temannya, sedangkan untuk Toni terancam akan dikeluarkan dari sekolah dengan pertimbangan bahwa pihak sekolah sudah berkali-kali memberikan peringatan dan teguran kepada ybs, akan tetapi tetap saja anak ini tidak merubah kelakuannya yang gemar mencuri dan menggunakan vape.

Para polisi ini juga memberikan himbauan kepada para orang tua mereka agar meningkatkan perhatian kepada anak-anaknya, sudah seharusnya orang tua mengetahui dengan siapa anak-anak mereka berteman. Orang tua juga wajib mengetahui perkembangan media sosial yang difollow oleh anak-anaknya.

Demikian pula untuk bapak/ibu guru di sekolah diharapkan tidak hanya datang sebagai pengajar namun juga menempatkan diri sebagai seorang pendidik dan orang tua kedua bagi anak-anak ketika di sekolah.

Perlu adanya sinergi yang baik dari semua komponen pendidikan untuk antisipasi hal-hal seperti ini terulang kembali atau berkembang luas.

Bahkan meskipun ditengah kesibukannya mengurusi segala aksi kriminalitas ataupun tugas pelayanan masyarakat yang lain, polisi pun tak segan kembali ke sekolah memberikan perhatiannya demi mengayomi anak-anak bangsa tercinta ini.(#bloggerpolri*)

Senin, 11 September 2017

Masyarakat Sangat Terbantu Dengan Uluran Bantuan Polisi


Hari Senin 11 September 2017 , Memberikan pelayanan terhadap masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan mengikuti kegiatan gotong royong seperti yang dilakukan oleh Kapolsek Ampelgading bersama anggota membangun jalan dan jembatan diDesa Purwoharjo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang .


Personil Polsek Ampelgading turut serta dalam memperbaiki jalan dan membuat jembatan untuk akses jalan warga untuk menuju ke Desa Purwoharjo 


.
Dalam hal ini Kapolsek Ampelgading bersama anggota , Meskipun tidak diminta dirinya pun tidak segan untuk menyingsingkan lengan baju dinas kemudian membantu warga masyarakat yang melaksanakan giat gotong royong .



Kapolsek Ampelgading Akp Triyanto SH Mengatakan dengan hadirnya Polisi di tengah-tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi wadah silaturahmi antara warga dengan Polri, serta diharapkan dengan turut sertanya Polri dalam pelaksanaan kerja bakti / gotong royong dapat mempercepat proses memperbaiki jalan dan membuat jembatan untuk akses jalan warga agar segera dapat dilewati warga .(#bloggerpolri*)

Polisi Jalan Kaki Belasan Kilometer



Senin, 11 September 2017

Kabupaten Malang sebagai wilayah cukup luas di Jawa Timur, sangat berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLAH). Guna mengantisipasi terjadinya Karhutlah, petugas gabungan dari Polres Malang, Perhutani dan Tim SPORC Gakum Kemen UHK, melakukan patroli dengan cara berjalan kaki menyusuri area hutan belasan kilometer.

Patroli gabungan diawali dengan berjalan kaki menyusuri kawasan hutan di Pantai Selok, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Wakil Kepala Polisi Resor Malang Kompol Decky Hermansyah, Senin (11/9/2017) saat memimpin jalanya patroli gabungan menegaskan, pelaksanaan giat patrol gabungan bersama dengan berjalan kaki menempuh jarak cukup jauh.

“Patroli kita awali dari pantai Kondangmerak. Lalu masuk ke kawasan hutan disekitar pantai Banyu Meneng, pantai Selok dan berakhir di Pantai Bidadari dan kembali lagi ke Kondangmerak. Jaraknya kurang lebih 6 kilometer,” tegas Kompol Decky.


Menurutnya, cara ini ditempuh petugas gabungan mengingat area kawasan hutan dan lahan di Kabupaten Malang, sangat luas dan tidak semua bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Sehinga, petugas gabungan harus naik turun bukit yang membentang dikawasan pesisir pantai Malang Selatan.

Apel kesiapan tim patroli gabungan antisipasi Karhutlah se Jawa Timur ini, dipimpin langsung AKBP Riyan. Sejumlah personel yang dilibatkan dalam patrol Karhutlah juga melihatkan ADM Perhutani Arif Herlambang, 30 orang personel dari Shabara Polres Malang, Danramil Bantur Kapten Inf.Sapardi, 12 Personel dari Rayan Pagak, Pabin Perhutani KPH Malang Kompol Sulis, serta 12 orang petugas dari Polsek Bantur dan 130 personel Mantri Perhutani dan Polhut di Jajaran KPH Malang.


“Lokasi patroli gabungan antisipasi Karhutlah berada di area hutan lindung KRPH Sumbermanjing Kulon dan BPKH Sengguruh. Areal hutan itu masuk kawasan pantai Kondangmerak hingga pantai Bidadari yang sejauh ini, masih cukup alami dan asri,” papar Kompol Decky.(#bloggerpolri *)

Kapolres Malang Bersama Organisasi Pemerintah Daerah Beserta Ratusan Atlit Dan Masyarakat Peringati HAORNAS Ke-34


Pada hari senin tanggal 11 september tahun 2017 tepatny pukul 07.00 wib, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung S.H.,S.I.K., M.Si menghadiri kegiatan acara Haornas ke-34 yang dihadiri juga oleh ratusan atlit, Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD), Polres Malang dan masyarakat


Saat kehidupan berbangsa tercabik-cabik dalam kepentingan-kepentingan politik praktis, kapitalisasi, sekularitas dan fanatisme keagamaan, olahraga tampil membawa angin kesejukan. Menyatukan berbagai perbedaan melalui sportivitas, kerja keras yang dibalut kekeluargaan dan kebersamaan.


Menurut Kapolres Malang, olahraga yang mampu menyatukan seluruh perbedaan, bukan hanya yang berlangsung dalam suatu kompetisi saja. Tapi, juga olahraga yang difungsikan sebagai sarana relaksasi oleh masyarakat di desa-desa.


Acara Haornas ke-34 yang dihadiri oleh ratusan atlit, Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD), Polres Malang dan masyarakat, berjalan dengan penuh kegembiraan.  Menampilkan berbagai kegiatan, seperti pertandingan sepak bola wanita, lari, pencak silat sampai pada lomba olahraga tradisional.
Seluruh elemen masyarakat bersatu, bersama-sama bergembira dalam Haornas ke-34. Inilah hakikat dari olahraga yang menyatukan. Kita bersama berkumpul, bergembira dan mengolah raga untuk menjadi sehat. Sehat lahir dan batinnya. (#bloggerpolri*)

Pak Polisi ini Sampaikan Pesan Kamtibmas di Candi Singosari


Pagi ini terlihat IPTU Khusaeri anggota Polsek Singosari bercengkrama dengan para siswa sambil menyampaikan himbauan kamtibmas Singosari (11/09/2017), Candi Singosari merupakan situs purbakala peninggalan kerajaan Singasari, yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan asing maupun domestik serta para pelajar guna melakukan studi lapangan.

Kanit Sabhara selalu berbaur dengan para siswa sehingga tercipta suasana yang akrabPada hari Minggu tanggal 10/09/2017 para siswa SMA Negeri 3 Malang Kota Melakukan studi lapangan di situs candi Singosari maupun Arca Dwarapala guna mempelajari serta mengenai sejarah kerajaan Singhasari. Kegiatan yang melibatkan 150 siswa ini perlu dilakukan Pengamanan dan Pengawalan oleh Unit Sabhara Polsek Singosari guna kelancaran, keamanan, kenyamanan dan Ketertiban jalannya kegiatan tersebut diatas maka Kanit Sabhara Polsek Singosari IPTU KHUSAERI memimpin langsung anggotanya pada giat tersebut.

Dalam melaksanakan tugas anggota Sabhara Polsek Singosari selalu memberikan pelayanan kepada siapapun IPTU KHUSAERI dan anggota dalam melaksanakan tugasnya berusaha akrab dengan para pelajar dengan sesekali menyelipkan himbauan untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap penyalahgunaan narkoba serta tertib dalam Berlalulintas karena keselamatan no. 1, kegiatan berlangsung dengan aman tertib dan terkendali sampai dengan paripurna.(#bloggerpolri)

Bhabinkamtibmas Polsek Gondanglegi Polres Malang melaksanakan pengamanan tradisi shogukkan


Polres Malang – Bhabinkamtibmas Ds. Sukorejo Aiptu Bambang H Polsek Gondanglegi melaksanakan pengamanan Shogukkan  ( tradisi madura) dirumah bapak Samian dsn. dieng rt 25 rw 03 Ds. Sukorejo kecamatan gondanglegi.kab.malang.
Dimana tradisi sangat melekat pada komunitas suku madura kebetulan desa sukorejo binaannya Aiptu BAMBANG H Mayoritas penduduknya orang madura,sehingga setiap ada yg menggelar hajat pernikahan maupun khitanan pasti di adakan tradisi shogukkan.

situasi dalam tradisi shogukkan keadaan aman dan lancar. (#bloggerpolri*)